Bikin Kendaraan Listrik di RI Dapat Insentif, Ada Batas Minimum Insentifnya

Sugeng rawuh Prima Tech Abadi di Situs Kami!

Jakarta, 10 Januari 2024 – Di tengah hiruk pikuk dunia dan meningkatnya kesadaran lingkungan, Indonesia tak mau ketinggalan dalam revolusi mobil listrik. Untuk mendorong masyarakat beralih dari mobil konvensional, pemerintah siap memberikan insentif yang menarik. Bikin Kendaraan Listrik di RI Dapat Insentif, Ada Batas Minimum Insentifnya

Kebijakan ini tidak hanya ditujukan kepada konsumen tetapi juga berlaku bagi produsen mobil untuk turut membangun ekosistem kendaraan listrik Tanah Air. Bukan Indonesia, Toyota Jadikan Thailand Pusat Kendaraan Listrik dan Hidrogen 

Hingga beberapa tahun lalu, pemerintah mencoba mengeluarkan kebijakan insentif. Mulai dari subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pengurangan pajak kendaraan hingga pengurangan bea masuk impor kendaraan listrik.

Terbaru, Keputusan Menteri Investasi/Ketua Komite Koordinasi Penanaman Modal Nomor 6 Tahun 2023 menjadi senjata terbaru.

Gangguan ini akan dirasakan oleh importir kendaraan listrik baik (CBU) maupun CKD. Mobil listrik CBU akan mendapat bebas bea masuk dan pengurangan PPnBM pada produk mewah. Jadi kalau mau mendapat insentif yang sama dengan CKD, syaratnya bagian daerah (TKDN) minimal 20 persen.

Namun, tidak semua perusahaan bisa mengikuti perayaan tersebut. Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi: komitmen memproduksi mobil listrik di Indonesia dengan standar tertentu, serta persyaratan investasi yang ketat. Hal ini dimaksudkan untuk menarik minat para pemain mobil besar, tidak hanya mengimpor, tapi juga membangun pabrik sendiri di dalam negeri.

Harapannya, kebijakan ini tidak meningkatkan penjualan kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan dampak besar: menarik investasi, membuka lapangan kerja baru dan tentu saja mendorong penggunaan energi bersih untuk masa depan hijau Indonesia.

Peraturan Kementerian Perindustrian Nomor 28 Tahun 2023 yang juga mulai berlaku akhir tahun lalu menyebutkan insentif akan diberikan kepada perusahaan yang berinvestasi di bidang produksi baterai dan kendaraan listrik. Bikin Kendaraan Listrik di RI Dapat Insentif, Ada Batas Minimum Insentifnya

Mengutip VIVA Otomotiv, Pasal 12 Ayat 3 menyebutkan nilai investasi yang dibayarkan minimal Rp 5 triliun dan harus dikonfirmasi dalam waktu lima tahun sejak pertama kali investasi dilakukan. Inul Daratista bercerita kepada Luhut soal kemajuan bisnis karaokenya yang tumbuh seiring dengan adanya pajak hiburan. Penyanyi dangdut yang juga pengusaha karaoke, Inul Daratista, ikut serta dalam rombongan pengusaha dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi Luhut. Prima Tech Abadi 27 Januari 2024